Orangorang lebih banyak memanggil Ama dengan Bapa, Ina dengan Mama, Sibaya dengan Paman/Om, Lawe dengan Tante, dan lainnya dalam sebutan bahasa Indonesia. Panggilan keluarga yang hanya ada di Nias. Mertua memanggil mertua dengan Mbambatö. Ini berlaku antara orangtua suami dengan Lanjutkan Membaca Reno Argya Laksita
Didalam lingkungan keluarga disebut sebagai panggilan kekerabatan. Panggilan kekerabatan sangat penting dan dapat menunjukkan peran atau hubungan setiap orang dalam keluarga. Pada abad ke 19 terjadi migrasi besar-besaran dimana orang Tiongkok yang sebagian besar adalah orang Hokkian datang dan menetap di Indonesia terutama di kota Surabaya.
1 Lao Pe (老父]), Pa Pa (爸爸), A Pa (阿爸), A Tia (阿爹) = Ayah 2. Lao Bu (老母), Ma Ma (媽媽), A Bu (阿母), A Nia (阿娘) = Ibu 1 dan 2 (Pe Bu 父母) = Orang tua 3. Chin Ke/Qing Jia (親家) = Besan Lelaki 4. Chin Ma/Qing Mu (親姆) = Besan Perempuan 5. Tua Hia/Ta Siung (大兄), A Hia/A Siung (阿兄), Tua Ko/Ta Ge (大哥), Ko Ko/Ge Ge (哥哥) =Abang/kakak 6.
PANGGILANPENYEBUTAN 1. Wa = Saya 2. Lu = Kamu 3. Wa lang = Kami 4. Lu Lang = Kalian 4. I lang = Mereka Selamat Berhitung dalam Bahasa Hokkien Medan Buat yang ingin belajar bahasa Jepang : kunjungin Keluarga Chin Cia . Kali ini kita belajar bagaimana memanggil teman atau keluarga dalam bahasa
Roslin Emika menguak percakapan Brigadir J dengan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawati yang kemudian diunggah ke Facebook. Dalam unggahannya, Roslin Emika yang merupakan bibi Brigadir J memperlihatkan tangkapan layar percakapan yang dikirimkan Putri Candrawathi kepada Brigadir J yang sedang merayakan hari ulang tahunnya.
PanggilanKeluarga Bahasa Hakka / Khek Hakka merupakan salah satu suku yang terdapat pada bagian selatan Cina. Persebaran suku Hakka di indonesia umumnya terpusat pada beberapa provinsi seperti Kalimantan, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Seiring berjalan waktu dan modernisasi, warga keturunan Hakka banyak tersebar di berbagai kota besar.
. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 055216 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d80c8e5b80bb72a • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Last Updated on 1 December 2021 by Di jaman modern sekarang, ciri-ciri ke Tionghoa an orang Indonesia sudah mulai memudar. Padahal, semenjak era Gusdur 2000, suku etnis Tionghoa sudah dibebaskan untuk mengembangkan segala macam bentuk kebudayaan seluas-luasnya, seperti perayaan keagamaan, kesenian barongsai, alat musik, tarian, sampai pada bahasa dan tulisan. Yang tersisa sekarang, paling hanya dari ciri fisik, seperti mata yang sipit, berkulit putih mudah dikenali serta sedikit kebiasaan Tionghoa, seperti masih digunakannya istilah-istilah Kinship. Jadi, dalam kehidupan sehari-hari, meski sudah tidak fasih berbahasa Tionghoa, terutama bagi anak cucu yang sudah lahir dan besar di Indonesia, namun masih menggunakan sebutan-sebutan seperti kungkung, asuk, ncek, apak, ncim, dan sebagainya dalam kesehariannya. Sayangnya, sekarang sebutan kinship ini pun sudah mulai ditinggalkan karena sudah dianggap kuno atau ketinggalan jaman. Rasanya lebih cocok/nyaman dengan sebutan opa, oma, om, tante, papi, mami, dan sebagainya. Padahal, sebutan-sebutan kinship inilah yang membedakan/menandakan seseorang itu orang/keturunan etnis Tionghoa atau tidak sebutan khas. Maka dari itu, saya berkeinginan untuk membuat/meluruskan daftar sebutan kekerabatan kinship dalam dialek bahasa Tionghoa, terutama dialek yang banyak/sering dipakai oleh orang-orang Tionghoa di Indonesia Hokkian, Tiociu, Hakka, Konghu. Tujuannya adalah untuk membantu mereka yang ingin tetap menggunakan sebutan kinship Tionghoa. Jika ada rekan-rekan pembaca yang ingin membantu dalam menyusun daftar panggilan dalam dialek yang lain, bisa menghubungi saya. Berikut daftar bentuk panggilan kinship dalam dialek Hokkian Bagan panggilan kekerabatan suku Hokkian Baca juga Panggilan Kekerabatan Orang Tionghoa Dalam Dialek Kanton Konghu Dipanggil oleh 8 P 1. Lao Pe 老父], Pa Pa 爸爸, A Pa 阿爸, A Tia 阿爹 = Ayah 2. Lao Bu 老母, Ma Ma 媽媽, A Bu 阿母, A Nia 阿娘 = Ibu 1 dan 2 Pe Bu 父母 = Orang tua 3. Chin Ke/Qing Jia 親家 = Besan Lelaki 4. Chin Ma/Qing Mu 親姆 = Besan Perempuan 5. Tua Hia/Ta Siung 大兄, A Hia/A Siung 阿兄, Tua Ko/Ta Ge 大哥, Ko Ko/Ge Ge 哥哥 =Abang/kakak 6. Tua So/Ta Sao 大嫂, A So/A Sao 阿嫂 = Kakak Ipar 7. Ang 翁, Ang Sa/WengXu 翁婿 = Suami 8. Gua Ka Ki/Wo Ze Ji 我自己 = Saya 9. Be Sai/Mei Xu 妹婿 = Adik Ipar 10. Sio Be/Xiao Mei 小妹 = Adik Perempuan 11. Sio Ti/Xiao Di 小弟 =Adik Lelaki 12. Kim A/Jin Zi 妗仔 = Adik Ipar Dipanggil Oleh 11 L 1. Lao Pe 老父, Pa Pa 爸爸, A Pa 阿爸, A Tia 阿爹 = Ayah 2. Lao Bu 老母, Ma Ma 媽媽, A Bu 阿母, A Nia 阿娘 = Ibu 1 dan 2 Pe Bu 父母 = Orang tua 3. Tiu Lang/Zhang Ren 丈人 = Mertua Lelaki 4. Tiu M/Zhang Mu 丈姆 = Mertua Perempuan 5. Tua Hia/Ta Xiung 大兄, A Hia/A Xiung 阿兄, Tua Ko/Ta Ge 大哥, Ko Ko/Ge Ge 哥哥 = Abang 6. Tua So/Ta Sao 大嫂, A So/A Sao 阿嫂 = Kakak Ipar 7. Ci Hu/Ci Fu 姐夫 = Kakak Ipar 8. Tua Ci/Ta Cie 大姐, A Ci/A Jie 阿姐, Ci Ci/Jie Jie 姐姐 = Kakak Perempuan 9. Ci Hu/Ci Fu 姐夫 = Kakak Ipar 10. A Ci 阿姐, Ci Ci/Jie Jie 姐姐, Ji Ci/Er Jie 二姐 = Kakak Perempuan 11. Gua Ka Ki/Wo Ze Ji 我自己 = Saya 12. Bou 某 = Istri 19. Hao Si/Xiao Sheng 孝生 = Anak Lelaki, Tua Han Knia/Ta Han Nian 大漢囝 = Anak Sulung 20. Sim Pu/Xin Fu 新婦 = Menantu Perempuan 21. Kia Sai/Jian Xu 漢婿 = Menantu Lelaki 22. Ca Bou Knia/Cha Mou Nian 查某囝 = Anak Perempuan 19 dan 22. Gin Na/Nan Zi 囝仔, Na 子 = Anak Dipanggil oleh 12 P 1. Ta Kua/Ta Guan 大官/唐官 = Mertua Lelaki 2. Ta Ke/Da Jia 大家/唐家 = Mertua Perempuan 3. Lao Pe 老父, Pa Pa 爸爸, A Pa 阿爸, A Tia 阿爹 = Ayah 4. Lao Bu/Lao Mu 老母, Ma Ma 媽媽, A Bu 阿母, A Nia 阿娘 = Ibu 3 dan 4 Pe Bu 父母 = Orang tua 11. Ang 翁, Ang Sai/Weng Xui 翁婿 = Suami 12. Gua Ka Ki/Wo Ze Ji 我自己 = Saya 19. Hao Si/Xiao Sheng 孝生 = Anak Lelaki, Tua Han Kia/Ta Han Nian 大漢囝 = Anak Sulung 20. Sim Pu/Xin Fu 新婦 = Menantu Perempuan 21. Kia Sai/Jian Xu 漢婿 = Menantu Lelaki 22. Ca Bou Kia/Cha Mou Nian 查某囝 = Anak Perempuan 19 dan 22. Gin Na/Nan Zi 囝仔, Na 子 = Anak Dipanggil oleh 19 L 1L. A Kong 阿公, An Kong 安公 = Kakek 2P. A Ma 阿媽, An Ma 安媽 = Nenek 3L. Gua Kong/Wai Gong 外公 = Kakek 3P. Gua Ma/Wai An 外安 = Nenek 5L. A Pek/A Bo 阿伯, Tua Pek/Ta Bo大伯 = Paman, Pakde 6P. A M/A Mu 阿姆, Tua M/Tua Mu/Ta Mu 大姆 = Bibi, Bude 7L. Ko Tiu/Gu Zhang 姑丈 = Paman, Pakde 8P. A Kou/A Ku 阿姑, Tua Kou 大姑 = Bibi, Bude 9L. Kou Tiu/Gu Zhang 姑丈 = Paman, Pakde 10P. A Ko/A Ku 阿姑 = Bibi, Bude 11L. Lao Pe 老父, Pa Pa 爸爸, A Pa 阿爸, A Tia 阿爹 = Ayah 12P. Lao Bu 老母, Ma Ma 媽媽, A Bu 阿母, A Nia 阿娘 = Ibu 13L. A Ku/A Jiu 阿舅, Tua Ku/Da Jiu 大舅 = Paman 14P. A Kim/A Jin 阿妗, Tua Kim/Da Jin 大妗 = Bibi 15L. Yi Tiu /Yizhang 姨丈 = Paman 16P. A Yi 阿姨, Yi Yi 姨姨 = Bibi 17L. A Ku/A Jiu 阿舅 = Paman 18P. A Kim/A Jin 阿妗 = Bibi Tambahan *Anak-anak dari 8P kakak perempuan memanggil 11L & 12P Engku 11L Paman adik laki-laki dari Ibu Engkim 12P Istri dari Paman *Anak-anak dari 5L kakak laki-laki memanggil 11L & 12P Ncek 11L Paman adik laki-laki dari Ayah Ncim 12P Istri dari Paman Orang2 Hokkian berasal dari kota Zhangzhou, Amoy, dan Quanzhou di provinsi Fujian, Tiongkok. Baca juga Panggilan Kekerabatan Orang Tionghoa Dalam Dialek Tiociu Teochew Catatan 1. Ejaan panggilan diatas berdasarkan bahasa Hokkian, namun untuk beberapa ejaan/letter karena kurang familiar di telinga, maka ditambahkan ejaan pendamping dalam bahasa Mandarin. 2. Bagaimana cara penyebutan kalau jumlah kakak atau adik lebih dari 1? Masyarakat Tionghoa biasanya membedakan penyebutan per-generasi, dengan menambahkan istilah “yang tertua” dan angka sesuai dialek masing2. Misalnya, mama punya 3 kakak laki-laki. Maka kakak tertuanya paman, om akan kita panggil dengan sebutan “Toa-ku” 大舅; dimana Ta 大 artinya besar, atau yang tertua; Sementara istrinya kita panggil “Toa-kim” 大妗. Sementara kakak kedua dari mama bisa kita panggil “Ji-ku” 二舅, dan istrinya kita panggil “Ji-kim”. Lalu berturut2, kakak ketiga dipanggil “Sa-ku”, istrinya dipanggil “Sa-kim”, dan seterusnya. Lalu, sebutan untuk kakak laki-laki dari ayah juga berbeda! Untuk kakak tertua paman, om akan kita panggil “Tua-pek” 大伯; sementara istrinya kita panggil “Tua-Mu” 大姆. Sementara untuk kakak kedua kita panggil “Ji-pek” 二伯, dan istrinya kita panggil “Ji mu”. Lalu kemudian “Sa-pek” dan “Sa-mu”, dan seterusnya. Sebutan untuk kakak perempuan dari ibu, adik laki-laki dari ibu, dan sebutan untuk kakak perempuan dari ayah, adik perempuan dari ayah, juga masing2 berbeda! Namun saat ini, karena pengaruh perubahan jaman, panggilan berdasarkan generasi dan urutan kakak/adik sudah disederhanakan, yakni dengan menggunakan nama panggilan Tionghoa nama cinanya atau nama inggrisnya, untuk membedakan satu dengan yang lain. Misalnya “Koko Ameng“, “Cece Aling “, atau “pek Siu“, “kou Lan” dan lain-lain. Baca juga Panggilan Kekerabatan Tradisi Tionghoa Dalam Dialek Hakka Khek Catatan Mengenai Dialek Hokkian Min Fang Yan Digunakan di propinsi Fujian, Taiwan, Hainan, bagian timur Guangdong dan oleh kebanyakan perantauan China di Asia Tenggara. Dialek ini adalah dialek yang punya perbedaan besar antara logat2nya. Dibagi atas logat Min Utara Min Bei, logat Min Timur Min Dong diwakili oleh logat Hokkian, logat Pu Hsian, logat Min Tengah Min Chung dan logat Min Selatan Min Nan diwakili oleh logat Xia Men. Masih ada argumentasi antara yang menganggap dialek Min adalah suatu bahasa yang sama sekali tak ada hubungannya dengan bahasa Han, dan yang menganggap dialek Min adalah satu dialek dalam bahasa Han. Para pendukung pro-kemerdekaan Taiwan terutama ingin membuktikan bahwa dialek ini merupakan bahasa tersendiri karena ingin menghapuskan ciri-ciri Tiongkok daratan dari diri mereka sendiri. Pemerintah Kuomintang sebelum tahun 1980-an melarang penggunaan dialek Min Taiwanese dan Hakka selain daripada dialek Utara yang dianggap sebagai Guo Yu bahasa nasional. Ini menyebabkan ekses negatif yang menjadikan banyak orang Taiwan merasa dialek Utara sama dengan bahasanya orang Tiongkok daratan yang sama dengan penindasan. Namun saat ini dialek Min, dialek Hakka adalah setingkat dengan dialek Utara Mandarin dalam penggunaannya di Taiwan. Taiwan Selatan banyak menggunakan dialek Min Taiwanese dalam kehidupan sehari2nya dan Taiwan Utara mayoritas menggunakan dialek Utara Mandarin. Bahasa Hokkian 普通话 福建话 atau dalam dialek Minnan Hokkian bue, adalah bahasa yang digunakan di daerah provinsi Fujian bagian selatan atau Min Selatan. Dalam bahasa China Official 闽南话, Minnan Hua atau dalam bahasa Minnan sendiri Banlam bue. Penggunaan bahasa Minnan tersebar di beberapa kota seperti Xiamen, Zhangzhou, Quanzhou, dan sebagainya masing-masing juga ada beberapa perbedaan. Provinsi Fujian atau Hokkian terbagi menjadi 3, yaitu Min Bei atau Min Utara, Minnan atau Min Selatan, dan Min Dong atau Min Timur. Berhubung leluhur kita kebanyakan berasal dari kota dekat laut seperti Xiamen, Quanzhou, Zhangzhou, Nan An, jadi kita lebih sering menggunakan bahasa Minnan atau Min Selatan. Nah dalam bahasa Minnan sendiri, dialek di tiap kota tersebut di atas pun berbeda2. Post navigation
› Opini›Beragamnya Panggilan Orangtua ... Kata ”bapak” dan ”ibu” barangkali sudah terasa usang di kalangan orangtua dan anak zaman sekarang. Mereka punya kata panggilan sendiri untuk orangtua sebagai wujud kreativitas dan rasa sayang. KOMPASKata bapak dan ibu barangkali sudah terasa usang di kalangan orangtua dan anak zaman sekarang. Mereka punya kata panggilan sendiri untuk orangtua sebagai wujud kreativitas dan rasa sayang.”Mumu, tadi aku dapat stiker bintang dari Miss karena aku tertib di kelas,” kata seorang teman anakku di sekolah.”Wah, hebat. Nanti kita kasih tahu pupu, ya,” jawab ibu dari anak itu. Mumu dan pupu adalah panggilan anak itu untuk orangtuanya. Mumu untuk ibu dan pupu untuk hari iseng saya bertanya kepada si ”mumu” mengapa memilih dipanggil mumu. Ia menjawab, tidak ada alasan khusus, tetapi agar terdengar ”kasual” saja dan beda daripada yang juga punya teman yang dipanggil mika oleh anaknya. Mika adalah akronim dari Mami Tika. Tika adalah nama teman saya ini. Lantas, suaminya dipanggil pika. ”Biar matching saja, jadi suami dipanggil pika,” pula artis atau tokoh terkenal yang memiliki panggilan unik untuk anak-anak mereka. Pasangan Raffi Ahmad dan istrinya dipanggil MA'RUF AMINArtis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina saat berada di kediaman Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Minggu 14/4/2019. Mereka berbincang tentang keluarga. Raffi dan Nagita dipanggil papsye dan mamsye oleh sinetron Tukang Ojek Pengkolan, tokoh Trisna dipanggil babab dan Yuli, istrinya, dipanggil bibu. Tentu maksudnya babab untuk bapak dan bibu untuk ibu. Namun, kata panggilan ini belum pernah terdengar di dunia ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan almarhumah istrinya pun memiliki panggilan tidak biasa dari anak dan cucu mereka. Mereka disapa orangtua terbatas hanya dipanggil ayah-bunda, mama-papa, bapak-ibu, mami-papi, atau umi-abi. Sekarang, pasangan lebih ekspresif dan ingin terlihat unik ketika dipanggil oleh itu ada yang terinspirasi dari bahasa daerah, artis, drama Korea, akronim nama mereka, bahkan ada pula anak-anak yang menciptakan sendiri panggilan sayang untuk orangtua mendiskusikan akan dipanggil apa oleh anak mereka dari awal merencanakan ingin memiliki anak. Panggilan itu ada yang terinspirasi dari bahasa daerah, artis, drama Korea, akronim nama mereka, bahkan ada pula anak-anak yang menciptakan sendiri panggilan sayang untuk orangtua sendiri ingin dipanggil bunda, bahkan jauh sebelum memiliki pasangan. Cita-cita sederhana ingin dipanggil bunda sudah ada sejak SMP. Bunda bagi saya terdengar sederhana, tetapi bunda jadi panggilan umum pengganti ibu ketika, misalnya, berada di pasar. ”Silakan, jilbabnya Bunda,” sapa salah satu karyawan toko menyapa waktu, anak saya lebih senang memanggil saya bunbun. Terserah, bebas ICHWANPresiden Susilo Bambang Yudhoyono memperhatikan istrinya, Ny Ani Yudhoyono, yang sedang mengabadikan acara gladi bersih pengibaran bendera yang digelar di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin 15/8/2011. Di rumah, SBY dan mendiang istrinya dipanggil pepo dan memo oleh anak berkembang, begitu pula sapaan untuk orangtua dari anak-anak mereka. Kita memang tidak akan menemukan kata memo-pepo atau mika-pika di KBBI. Namun, kata-kata itu bersumber dari rasa sayang hubungan anak dan kreatif pasangan orangtua zaman sekarang. Buat Anda yang belum menjadi orangtua atau berencana memiliki anak, ingin dipanggil apa oleh anak Anda kelak?Yuliana, Penyelaras Bahasa Kompas
keluarga Laki-laki Engkong Ayah dari Papa Emak Ibu dari Papa Papa Orang tua Laki-laki Ode Adik perempuan tertua dari Papa Ongah Adik perempuan kedua dari Papa Ocing Adik perempuan ketiga dari Papa Encek Adik laki-laki dari Papa keluarga Perempuan Engkong Ayah dari Mama Ema Ibu dari Mama Mama Orang tua Perempuan Ingah Adik perempuan tetua dari Mama Icing Istri dari Adik Laki-laki Mama kukuh Adik Laki-laki dari Mama Anak dari papa dan mama Koko Kakak Laki-laki Saya Dede Adik Laki-laki
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Halo sahabat kompasiana, kenalin saya Vincent Alden mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Di artikel ini saya akan menceritakan tentang nilai-nilai budaya yang terdapat di dalam keluarga. Btw saya berasal dari keluarga hokkien, ya bisa kalian ketahui keluarga cina. Semoga kalian senang ya dengan artikel iniKita pasti belajar budaya dari keluarga karena hal yang mendasar dan paling dalam dari suatu budaya itu terdapat di keluarga, karena bentuk sosial terkecil itu adalah keluarga. Di dalam keluarga kita bisa mengetahui bagaimana kita melihat sebuah dunia, bagaimana cara kerja dunia, budaya-budaya yang ada,dsb. Setiap keluarga itu pasti memiliki asumsi-asumsi yang berbeda mengenai budaya mereka masing-masing, hal inilah yang membuat budaya itu menjadi unik dan bervariasi. Keluarga merupakan tempat dimana kita mempelajari dan diajari bagaimana kita hidup, bagaimana kita belajar dari hal kecil dan besar ,bekerja sama satu sama lain, mempelajari nilai-nilai dan norma. Semua itu dimulai dan dilakukan pertama kali di keluarga. Contohnya seperti belajar menulis,membaca, membantu orang tua mencuci beberapa fungsi keluarga, yaitu keluarga sebagai fungsi ekonomi maksudnya bagaimana kita mendapatkan uang atau kebutuhan kita didalam keluarga. Lalu ada fungsi sosial, tempat dimana kita diajarkan bekerjasama, belajar berdebat dan yang lainnya. Identitas, identitas ini bisa melalui nama kita, misalnya kita punya marga, atau nama kita dimasukin nama dari ayah kita, nah hal ini bisa membuat sebuah identitas dari keluarga kita. Keluarga sebagai tempat belajar bahasa, seperti bagaimana kita belajar bahasa Indonesia maupun bahasa daerah, bicara dsb. Keluarga sebagai tempat belajar nilai dan keagamaan, seperti contohnya kita belajar nilai baik dan buruk, belajar menghormati orang yang lebih tua, belajar bagaimana cara makan yang baik, pantangan dari agama kita apa saja. Nah itu beberapa fungsi keluarga, tapi yang kita ambil fungsi keluarganya sesuai dengan judul yaitu keluarga sebagai tempat kita belajar nilai-nilai budaya dan keagamaan,. Jadi saya dengan mama saya udah sharing-sharing mengenai kebudayaan dari keluarga Chinese. Nah yang pertama itu kita anak-anaknya diajarin bahasa hokkien dari kecil, dan kita harus bisa, karena misalnya ada ngumpul bareng keluarga besar itu kita harus wajib menggunakan bahasa hokkien. Ditambah di keluarga Chinese hokkien itu kita harus menghormati orang yang lebih tua dari kita, seperti abang itu harus dipanggil koko, kakak perempuan harus dipanggil cece, Juga ada tingkatan misalnya memanggil om dan tante yang paling tua hingga muda, seperti thua phek, be chek, achek, ii, acim, kita masuk ke tradisi imlek, nah ini paling ditunggu-tunggu oleh keluarga kita nihh. Jadi di malam imlek itu kita wajib makan bersama keluarga besar, lucunya lagi nanti akan ada mie yang akan diacak-acak bersama keluarga besar menggunakan sumpit, ini menandakan kebahagiaan. Tapi tenang aja kok mie nya nanti dimakan kembali dan dibersihkan. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Last Updated on 1 December 2021 by Di jaman modern sekarang, ciri-ciri ke Tionghoa an orang Indonesia sudah mulai memudar. Padahal, semenjak era Gusdur 2000, etnis Tionghoa sudah dibebaskan untuk mengembangkan segala macam bentuk kebudayaan seluas-luasnya, seperti perayaan keagamaan, kesenian barongsai, alat musik, tarian, sampai pada bahasa dan tulisan. Yang tersisa sekarang, paling hanya dari ciri fisik, seperti mata yang sipit, berkulit putih mudah dikenali serta sedikit kebiasaan Tionghoa, seperti masih digunakannya istilah-istilah Kinship. Jadi, dalam kehidupan sehari-hari, meski sudah tidak fasih berbahasa Tionghoa, terutama bagi anak cucu yang sudah lahir dan besar di Indonesia, namun masih menggunakan sebutan-sebutan seperti kungkung, asuk, ncek, apak, ncim, dan sebagainya dalam kesehariannya. Sayangnya, sekarang sebutan kinship ini pun sudah mulai ditinggalkan karena sudah dianggap kuno atau ketinggalan jaman. Rasanya lebih cocok/nyaman dengan sebutan opa, om, om, tante, papi, mami, dan sebagainya. Padahal, sebutan-sebutan kinship inilah yang membedakan atau menandakan bahwa seseorang itu merupakan keturunan etnis Tionghoa atau tidak sebutan khas. Maka dari itu, saya berkeinginan untuk membuat/meluruskan daftar sebutan kekerabatan kinship dalam dialek bahasa Tionghoa, terutama dialek yang banyak atau sering dipakai oleh orang-orang Tionghoa di Indonesia Hakka, Tiociu, Hokkian, Konghu. Tujuannya adalah untuk membantu mereka yang ingin tetap menggunakan sebutan kinship Tionghoa. Jika ada rekan-rekan pembaca yang ingin membantu dalam menyusun daftar panggilan dalam dialek yang lain, bisa menghubungi saya. Berikut daftar bentuk panggilan kinship dalam dialek Hakka Bagan panggilan kekerabatan suku Hakka Baca juga Panggilan Kekerabatan Orang Tionghoa Dalam Dialek Kanton Konghu Dipanggil oleh 8 P 1. A Pa 阿爸 = Ayah 2. A me 阿母 = Ibu 1 dan 2 Ja Oi/Fu Mu 父母 = Orang tua 3. Chin Ka/Qing Jia 親家 = Besan Lelaki 4. Chia Me/Qing Mu 親姆 = Besan Perempuan 5. Thaiko/Ako/Ta Siung 大兄 =Abang/kakak 6. A So/Ta Sao 大嫂 = Kakak Ipar 7. Chang Fu/Lao Kung/Weng Xu 翁婿 = Suami 8. Ngai Cika/Wo Ze Ji 我自己 = Saya 9. Moi Se/Mei Xu 妹婿 = Adik Ipar 10. Lo Moi/Mei Xu 小妹 = Adik Perempuan 11. Lo Thai/Xiao Di 小弟 =Adik Lelaki 12. Lo Thai Sim/Jin Zi 妗仔 = Adik Ipar Dipanggil Oleh 11 L 1. A Pa 阿爸 = Ayah 2. A me 阿母 = Ibu 1 dan 2 Ja Oi/Fu Mu 父母 = Orang tua 3. Chin Ka/Zhang Ren 丈人 = Besan Lelaki 4. Chia Me/Zhang Mu 丈姆 = Besan Perempuan 5. Thaiko/Ako/Ta Siung 大兄 =Abang/kakak 6. A So/Ta Sao 大嫂 = Kakak Ipar 7. Ci Chong 姐夫 = Kakak Ipar 8. Thai Ce/A Ce/Ta Jie 大姐 = Kakak Perempuan 9. Ci Chong/Ci Fu 姐夫 = Kakak Ipar 10. A Ce/A Jie 阿姐 = Kakak Perempuan 11. Ngai Chika/Wo Ze Ji 我自己 = Saya 12. Lo Pho/Mou 某 = Istri 19. Thai Lai/Lai ci/Xiao Sheng 孝生 = Anak Lelaki 20. Sin Khiu/Xin Fu 新婦 = Menantu Perempuan 21. Long/Along/Jian Xu 漢婿 = Menantu Lelaki 22. Moi Ci/Cha Mou Nian 查某囝 = Anak Perempuan 19 dan 22. Sen Yin/Nan Zi 囝仔 = Anak Dipanggil oleh 12 P 1. Ka Kon/Da Guan 大官/唐官 = Mertua Lelaki 2. Ka Nyiong/Tang Jia 大家/唐家 = Mertua Perempuan 3. A Pa 阿爸 = Ayah 4. A Me 阿母 = Ibu 3 dan 4 Ja Oi/Fu Mu 父母 = Orang tua 11. Lao Kung/Weng Xui 翁婿 = Suami 12. Ngai Cika/Wo Ze Ji 我自己 = Saya 19. Lai Ci/Xiao Sheng 孝生 = Anak Lelaki 20. Sin Khiu/Xin Fu 新婦 = Menantu Perempuan 21. Long/Along/Jian Xu 漢婿 = Menantu Lelaki 22. Moi Ci/Cha Mou Nian 查某囝 = Anak Perempuan 19 dan 22. Sen Yin/Nan Zi 囝仔 = Anak Dipanggil oleh 19 L 1L. A Kung/Kung Kung 阿公, A = Kakek 2P. Pho Pho/A Po 阿媽 = Nenek 3L. Cia Kung/Wai Gong 外公 = Kakek 3P. Cia Pho/Wai An 外安 = Nenek 5L. A Pak/Thai Pak 阿伯 = Paman, Pakde 6P. Pak Me 阿姆 = Bibi, Bude 7L. Ku Chong/Gu Zhang 姑丈 = Paman, Pakde 8P. Ku Ku/A Ku/Thay Ku 阿姑 = Bibi, Bude 9L. Ku Chong/Gu Zhang 姑丈 = Paman, Pakde 10P. A Ku 阿姑 = Bibi, Bude 11L. A Pa 阿爸 = Ayah 12P. A Me 阿母 = Ibu 13L. A Kiu/Akeu/A Jiu 阿舅, Thai Kiu/Da Jiu 大舅 = Paman 14P. Khiu Me/A Jin 阿妗, Thai Me/Da Jin 大妗 = Bibi 15L. Ji Chong/Yi Zhang 姨丈 = Paman 16P. A Yi 阿姨, Yi Yi 姨姨 = Bibi 17L. A Kiu/Khiu Khiu 阿舅 = Paman 18P. Khiu Me 阿妗 = Bibi Catatan 1. Ejaan panggilan diatas berdasarkan bahasa Hakka/Khek, namun untuk beberapa ejaan/letter karena kurang familiar di telinga, maka ditambahkan ejaan pendamping dalam bahasa Mandarin. Gelombang migrasi besar orang2 Hakka di China 5 sejarah gelombang migrasi orang2 Hakka di Tongkok. Baca juga Panggilan Kekerabatan Orang Tionghoa Dalam Dialek Tiociu Teochew Lima sejarah gelombang migrasi orang2 Hakka di Tongkok 1. Dimulai pada abad ke-4 M, dimana wilayah mereka di invasi 5 suku barbarian dari utara Tiongkok. 2. Lalu pada abad ke-10 M, saat kejatuhan Dinasti Tang. 3. Lalu pada akhir abad ke-12 hingga 13 M, saat kejatuhan Dinasti Song dimulainya era Dinasti Yuan. 4. Kemudian pada pertengahan abad ke-17 M, dimana terjadi bencana alam pada jaman kekaisaran Kangxi. 5. Terakhir pada pertengahan abad ke 19 hingga 20 M, dimana terjadi pemberontakan Taiping, perang antar klan Hakka. Demikianlah akhirnya orang2 Hakka terus bermigrasi hingga keluar wilayah Tiongkok, dan menyebar ke seluruh penjuru dunia. Orang2 Hakka berasal dari Fujian, Guangdong, Guangxi, dan Hainan. Baca juga Panggilan Kekerabatan Tradisi Tionghoa Dalam Dialek Hokkian 2. Bagaimana cara penyebutan kalau jumlah kakak atau adik lebih dari 1? Masyarakat Tionghoa biasanya membedakan penyebutan per-generasi, dengan menambahkan istilah “yang tertua” dan angka sesuai dialek masing2. Misalnya, mama punya 3 kakak laki-laki. Maka kakak tertuanya paman, om akan kita panggil dengan sebutan “Thai-kiu” 大舅; dimana Ta 大 artinya besar, atau yang tertua; Sementara istrinya kita panggil “Thai-me” 大妗. Sementara kakak kedua dari mama bisa kita panggil “Yi-kiu, Yi Keu” 二舅, dan istrinya kita panggil “Yi-kim”. Lalu berturut2, kakak ketiga dipanggil “Sam-kiu, Sam-keu”, istrinya dipanggil “Sam-kim”, dan seterusnya. Lalu, sebutan untuk kakak laki-laki dari ayah juga berbeda! Untuk kakak tertua paman, om akan kita panggil “Thai-pak” 大伯; sementara istrinya kita panggil “Thay-Me” 大姆. Sementara untuk kakak kedua kita panggil “Yi-pak” 二伯, dan istrinya kita panggil “Yi me”. Lalu kemudian “Sam-pak” dan “Sam-me”, dan seterusnya. Sebutan untuk kakak perempuan dari ibu, adik laki-laki dari ibu, dan sebutan untuk kakak perempuan dari ayah, adik perempuan dari ayah, juga masing2 berbeda! Namun saat ini, karena pengaruh perubahan jaman, panggilan berdasarkan generasi dan urutan kakak/adik sudah disederhanakan, yakni dengan menggunakan nama panggilan Tionghoa nama cinanya atau nama inggrisnya, untuk membedakan satu dengan yang lain. Misalnya “Koko Ameng“, “Cece Aling “, atau “pek Siu“, “kou Lan” dan lain-lain. Mengenai Dialek Hakka Khe Jia Fang Yan Dialek ini digunakan secara luas oleh orang Hakka di selatan, seperti timur Guang Dong, utara dan barat Fu Jian. Jiang Xi dan Guang Xi. Wakil dari dialek ini adalah logat Mei Hsien. Dialek ini terbentuk semasa perpindahan penduduk besar2an dari utara ke selatan. Di dalam dialek ini masih banyak ditemui frase dan kosa kata dari dialek Utara kuno. Dialek Hakka dipergunakan oleh 4% penduduk Tiongkok diluar masyarakat perantauan dan keturunannya di negara2 lain. Post navigation
panggilan keluarga dalam bahasa hokkien