Sepertiyang kita ketahui, untuk memasuki dunia perkuliahan nantinya akan dikelompokkan dalam studi IPA (saintek), studi IPS (soshum). Jurusan saintek sendiri merupakan singkatan dari sains dan teknologi. Biasanya, hanya siswa yang berasal dari jurusan IPA saja yang diperbolehkan untuk mengambil peminatan studi ini. Bagaimanahasil UTBK SBMPTN kamu? Yuk, simak data statistik pendaftarannya di tahun 2022 berikut ini, mulai dari rerata hingga nilai tertinggi untuk kategori Saintek dan Soshum. Rangkaian pelaksanaan UTBK SBMPTN 2022 akhirnya telah berakhir. Gimana, apa kamu termasuk peserta yang beruntung karena berhasil lolos UTBK tahun ini? Apaitu Soshum Soshum merupakan kepanjangan dari Sosial dan Humaniora, yang biasa dikenal dengan "kelompok IPS". Lalu terdiri apa sajakah Saintek itu ? Jurusan yang ada di kelompok saintek : - Ekonomi - Ilmu Komunikasi - Ilmu Politik - Sastra dll Berikutadalah informasi daya tampung dan peminat SBMPTN program studi SOSHUM di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Beranda; Tentang UNS. Tentang UNS. BIMBINGAN DAN KONSELING: 32: 941 PENDIDIKAN BAHASA JAWA: 32: 677 — 442321: PEND. GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) KEBUMEN: 48: 936 — 442335: HUBUNGAN INTERNASIONAL: 26: 936 Padahari Rabu (16/3), Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (DIHI UGM) menyelenggarakan kegiatan Open Day S-2 dengan tajuk 'The Wait is Over, the Programs are Back!'.Open Day S-2 tahun ini secara spesifik mengenalkan dua program minat khusus yang kembali menerima mahasiswa setelah melalui revitalisasi kurikulum, yaitu MA in Global Humanitarian Diplomacy (GHD) dan MA Jadi kamu bisa belajar langsung mengelola aspek bisnis di bidang tani, ternak, perikanan, dan perkebunan. Jurusan Soshum Terfavorit. Selanjutnya, kita akan membahas tentang jurusan kuliah favorit di Indonesia dalam rumpun ilmu soshum. Ulasannya di bawah ini ya! 5. Hubungan Internasional (HI) . – Ketika memasuki dunia perkuliahan, setiap calon mahasiswa harus mengetahui jenis tes dan kelompok studi yang akan diampu saat ujian masuk perguruan tinggi. Dalam tes tersebut, terdapat dua kelompok jurusan, yaitu jurusan IPA Sains dan Teknologi Saintek dan IPS Sosial dan Humaniora Soshum. Kedua kelompok studi tersebut, sangat penting untuk menentukan jurusan impianmu. Sebagai calon mahasiswa, tentunya kamu harus benar-benar paham, apa saja yang akan diujikan pada tiap-tiap kelompok jurusan tersebut. Mau tahu apa saja? Yuk, kita bahas pada ulasan di bawah ini. Bagaimana tata cara dan ketentuan dalam memilih kelompok studi tersebut? Seperti yang kita ketahui, untuk memasuki dunia perkuliahan nantinya akan dikelompokkan dalam studi IPA Saintek dan studi IPS Soshum. Jurusan Saintek sendiri merupakan singkatan dari sains dan teknologi. Biasanya, hanya siswa yang berasal dari jurusan IPA lah yang diperbolehkan untuk mengambil peminatan studi ini. Sedangkan kelompok Soshum merupakan singkatan dari sosial dan humaniora. Dalam kelompok studi ini, biasanya diperuntukkan untuk siswa yang nantinya mengambil jurusan pada kelompok IPS. Baca juga 7 Jurusan Kuliah Yang Menjanjikan Kedua kelompok studi tersebut, nantinya akan diujikan dalam ujian masuk mahasiswa baru di setiap perguruan tinggi, baik UTBK, Ujian mandiri, ataupun ujian masuk yang lainnya. Apa saja sih materi yang diujikan pada kedua kelompok jurusan tersebut? Kelompok Saintek Terdapat beberapa materi yang sering diujikan dalam kelompok saintek ini, antara lain Matematika IPA Fisika Kimia Biologi Bahasa Inggris Bahasa Indonesia Kelompok Soshum Sedangkan dalam kelompok soshum, materi yang diujikan terkait dengan pelajaran yang dipelajari dalam jurusan IPS, antara lain Matematika Soshum Ekonomi Geografi Sejarah Sosiologi Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Dalam pelaksanaan ujian, para calon mahasiswa ini harus mengikuti UTBK Ujian Tulis Berbasis Komputer. Biasanya, hanya siswa yang lulus pada tiga tahun terakhir saja lah yang diperbolehkan mengikuti UTBK ini. Selain nilai UTBK, tentunya masih ada beberapa kriteria lain yang akan ditetapkan oleh setiap PTN. Baca juga Mengenal Jurusan Sistem Informasi dan Apa Saja yang Dipelajari Gak afdol rasanya, kalau membahas Saintek dan Soshum tanpa mengetahui jurusan apa saja yang termasuk pada kedua kelompok studi tersebut. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai jurusan yang masuk di dalamnya. Yuk simak. Kelompok Soshum Jurusan yang masuk dalam kelompok studi ini seperti Ilmu Ekonomi Akuntansi Manajemen Ilmu politik Ilmu Komunikasi Hubungan International Hukum Psikologi Sastra Kelompok Saintek Sedangkan jurusan yang masuk dalam kelompok studi ini antara lain Kedokteran Kedokteran gigi Kedokteran hewan Farmasi Matematika Teknik Kimia Fisika Itu tadi adalah penjelasan mengenai kelompok studi yang akan digunakan sebagai persyaratan masuk ke perguruan tinggi. Nah, buat kamu yang masih bingung menentukan jurusan kuliah, yuk mulai sekarang untuk lebih teliti dan mengumpulkan banyak informasi mengenai jurusan tersebut. Jangan lupa, untuk mempelajari pelajaran yang akan diujikan saat memasuki jurusan tersebut ya. Selamat berjuang! Nah untuk teman-teman yang belum nemu kampus yang cocok bisa nih bandingkan beberapa kampus impian kamu dan temukan jurusan yang cocok dengan kamu di Mengenal SEVIMA SEVIMA merupakan perusahaan Edutech education technology yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll. dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud 10 menit membaca Bagi kamu yang saat ini tengah mengalami dilema untuk memilih jurusan dan Universitas terbaik untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi, mungkin mencari tahu tentang jurusan paling favorit di UGM bidang saintek dan soshum akan menjadi salah satu hal yang dilakukan. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Universitas Gadjah Mada itu sendiri merupakan salah satu Universitas favorit bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan. Telah terbukti menghasilkan banyak sekali lulusan-lulusan berprestasi, tak heran apabila Universitas yang terletak di Kota Yogyakarta ini juga masuk ke dalam jajaran Universitas terbaik di Indonesia. Baca Juga Jurusan Paling Favorit di Universitas Brawijaya Bidang Saintek dan Soshum Nah, dengan banyaknya orang-orang yang bermimpi untuk bisa menjadi bagian dari Universitas tempat Presiden Joko Widodo sempat mengenyam pendidikan ini, tentu kamu juga penasaran untuk mencari tahu tentang jurusan paling favorit di UGM bidang saintek dan soshum, bukan? Maka dari itu, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang jurusan paling favorit di UGM bidang saintek dan soshum yang bisa kamu jadikan pilihan. Apa sajakah itu? Jurusan Paling Favorit di UGM untuk Bidang Saintek 1. Ilmu Kedokteran Jurusan paling favorit di UGM untuk bidang saintek yang pertama adalah Ilmu Kedokteran. Selain menjadi jurusan favorit untuk para calon mahasiswa baru, Fakultas Ilmu Kedokteran itu sendiri juga menjadi salah satu Fakultas Kedokteran paling tua di Indonesia. Berdiri pada tanggal 5 Maret 1946, jurusan yang fokus pada pembelajaran anatomi manusia dan kesehatan ini memiliki visi dan misi yang tidak bisa dipisahkan dengan apa yang dimiliki oleh UGM, yaitu menjadi Fakultas Kedokteran berkelas dunia yang inovatif dan unggul mengabdi kepada kepentingan masyarakat yang didasari oleh Pancasila. Berbeda dari Fakultas Kedokteran yang ada di Perguruan Tinggi pada umumnya, UGM tidak hanya menghasilkan para lulusan dokter umum saja. Jurusan paling favorit di UGM untuk bidang saintek ini memiliki tiga program studi pada jenjang S1 yang bisa dijadikan pilihan, yaitu Pendidikan Dokter, Keperawatan, dan Gizi Kesehatan. Selain itu, terdapat pula enam program studi untuk jenjang master atau S2, 20 spesialisasi, 1 program doktoral, 32 departemen, serta 9 pusat studi. Tidak hanya Fakultas Kedokteran Umum, UGM juga memiliki Fakultas Kedokteran lainnya, seperti Kedokteran Gigi dan Kedokteran Hewan. 2. Farmasi Selanjutnya ada Fakultas Farmasi yang juga menjadi salah satu jurusan paling favorit di UGM untuk bidang Saintek. Sama halnya dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi juga didirikan di tahun yang sama, yaitu pada tahun 1946 dan juga menjadi Perguruan Tinggi tertua di Indonesia. Dengan memiliki daya tampung sekitar 108 bangku saja di tahun ajaran 2019/2020, peminat yang ingin masuk ke jurusan yang terfokus pada obat terhitung mencapai lebih dari 3000 calon mahasiswa dengan passing grade persen. Wah, persaingan ketat banget ya. Terakreditasi A, di Fakultas Farmasi untuk jenjang S1 pada nantinya kamu akan diminta untuk memilih empat peminatan yang dapat disesuaikan dengan kegemaran dan fokus dari masing-masing mahasiswa, yaitu adalah Farmasi Sains dan Teknologi, Farmasi Industri, Farmasi Komunitas dan Klinik, dan Farmasi Bahan Alam. Selain jenjang S1, tersedia pula program studi untuk jenjang yang lebih tinggi, seperti Profesi Apoteker, Pasca Sarja S2 Ilmu Farmasi, Pasca Sarjana S2 Magister Farmasi Klinik, dan Pasca Sarjana S3 Ilmu Farmasi. 3. Teknik Sipil Kemudian ada Teknik Sipil yang juga menjadi jurusan paling favorit di UGM untuk bidang saintek. Berdiri pada tahun 1946 dan menjadi salah satu Program Studi tertua yang ada di UGM, Teknik Sipil UGM telah terakreditasi A dan memiliki angka passing grade 54,60 persen pada tahun 2019. Bagi kamu yang tidak terlalu senang belajar teori, memilih jurusan Teknik Sipil bisa dijadikan sebagai pilihan yang tepat karena dapat dipastikan kamu akan cukup banyak menghabiskan waktu belajar di luar ruangan, dibandingkan hanya di dalam kelas. Meskipun jurusan satu ini lebih identik dengan pria, tetapi kamu yang wanita juga tidak dilarang untuk bergabung lho. Kamu akan banyak menggambarkan dan membawa alat pengukur kemanapun kamu pergi. Tetapi perlu diingat bahwa, Teknik Sipil itu berbeda dengan Arsitek. Apabila jurusan Arsitek lebih kepada nge-desain gedung, maka jurusan Teknik Sipil lebih fokus kepada perencanaan pembangunannya, seperti bahan yang dibutuhkan, biaya yang harus dikeluarkan, cara konstruksi, dan sebagainya. Jadi, bisa dipastikan bahwa ketika kamu lulus nanti, kurang lebih pekerjaanmu akan selalu berkesinambungan dengan para Arsitek. Selain itu, sebagai mahasiswa Teknik Sipil kamu juga akan berhadapan dengan banyak sekali hitung-hitungan, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Kalkulus, Algoritma, Statistika, hingga Probabilitas. 4. Teknik Informasi Nah, untuk jurusan Teknik Informasi di UGM itu merupakan Program Studi yang lahir dari bagian Teknik Elektro. Disini pada nantinya para mahasiswa akan dibagi menjadi tiga konsentrasi atau peminatan, yaitu rekayasa perangkat lunak, rekayasa sistem informasi, dan rekayasa sistem komputer. Berdasarkan data yang diambil dari situs terlihat bahwa pada tahun 2019 lalu orang-orang yang minat untuk mengambil jurusan Teknik Informasi lebih dari 2000 calon mahasiswa, yang mana untuk daya tampungnya itu sendiri hanya sebesar 45 bangku. Di salah satu jurusan paling favorit di UGM bidang saintek ini kamu tidak hanya akan kembali berhadapan dengan hitung-hitungan seperti Matematika, Algoritma, Statistika dan Probabilitas, tetapi juga dengan mata kuliah lainnya yang tak kalah seru dan tentunya tidak jauh dari data dan perangkat lunak, seperti Sistem Mikroprocessor, Stadium Generate, Jaringan dan Komunikasi Data, dan masih banyak lagi. 5. Kehutanan Terakhir ada jurusan Kehutanan yang juga masuk ke dalam salah satu jurusan paling favorit di UGM bidang saintek. Sesuai dengan namanya, di jurusan satu ini kamu akan memperdalam ilmu mengenai hutan dan tanah. Kamu akan kembali bertemu dengan mata pelajaran Biologi sebagai salah satu mata pelajaran wajib yang disertai dengan berbagai mata kuliah-mata kuliah yang seru. Selain juga diharuskan untuk mempelajari ilmu dasar seperti Bahasa Inggris dan Pendidikan Pancasila, kamu juga akan bertemu dengan mata kuliah yang lebih mengedepankan praktek lapangan dibandingkan hanya teori di dalam kelas saja, seperti Praktikum Ilmu Tanah Hutan, Praktikum Fitogeografi, Biometrika Hutan, dan masih banyak lagi. Pada intinya, jika ingin mengambil jurusan ini maka bersiaplah untuk berhadapan dengan berbagai praktikum dan menghabiskan waktu di laboratorium. Meskipun jurusan satu ini terdengar belum terlalu populer, siapa sangka bahwa nyatanya yang mendaftar untuk masuk ke jurusan Kehutanan mencapai lebih dari 2 ribu calon mahasiswa. Padahal daya tampungnya itu sendiri hanya 124 bangku saja. Selain itu, prospek pekerjaannya pun juga cukup menjanjikan. Sebagai lulusan Kehutanan, kamu akan memiliki kesempatan untuk bekerja baik itu di kementerian maupun di perusahaan swasta, seperti di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI, Dinas Kehutanan, hingga di berbagai perusahaan swasta yang menyediakan peluang. Jurusan Paling Favorit di UGM Bidang Soshum 6. Ilmu Hukum Sekarang kita beralih ke jurusan paling favorit di UGM bidang soshum atau sosial humaniora. Nah, di urutan pertama terdapat Fakultas Ilmu Hukum yang terhitung memiliki peminat lebih dari 4000 calon mahasiswa untuk tahun 2019 namun hanya memiliki daya tampung 149 bangku setiap tahunnya. Berdiri pada tanggal 17 Februari 1946, Fakultas Hukum UGM dikenal sebagai Fakultas Hukum Negeri pertama yang ada di Indonesia, bahkan jauh sebelum nama “Universitas Gadjah Mada” itu sendiri diresmikan. Mungkin banyak yang beranggapan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum hanya belajar menghafal undang-undang saja. Padahal kenyataannya tidak seperti itu lho. Meskipun hal-hal yang dipelajari memang berhubungan dengan undang-undang, terutama di dalam penerapan di sebuah kasus, tetap saja mereka tidak akan menghafal seluruh undang-undang, melainkan hanya memahaminya saja. Dalam jenjang S1, Ilmu Hukum dibagi menjadi 12 konsentrasi yang harus dipilih ketika berada di semester 5, yaitu Hukum Acara, Hukum Perdata, Hukum Pidana, Hukum Internasional, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Hukum Dagang, Hukum Agraria, Hukum Adat, Hukum Islam, Hukum Lingkungan, dan Hukum Pajak. Lalu, bagaimana untuk prospek pekerjaannya? Tentu saja sangatlah menjanjikan. Seorang lulusan Ilmu Hukum akan berpeluang untuk bekerja di posisi-posisi yang bergengsi, seperti Konsultan Hukum, Staf Legal, Notaris Hakim atau Jaksa, hingga Staf Kementerian. 7. Psikologi Selanjutnya ada Psikologi yang juga bukan hanya masuk ke dalam daftar jurusan paling favorit di UGM bidang soshum melainkan juga di Perguruan Tinggi lainnya yang ada. Jurusan yang lebih mempelajari tingkah laku, mental, dan kejiwaan manusia ini memang cenderung identik dengan perempuan. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pria pun juga bisa memilih jurusan ini. Selain itu, masuk ke dalam jurusan Psikologi menjadi langkah awal bagi siapapun yang ingin meniti karir di bidang psikolog. Bagi kamu yang senang mengamati orang lain dan menilai mereka, belajar Psikologi bisa menjadi pilihan yang tepat. Akan banyak sekali mata kuliah seru yang kamu pelajari, dan tentu saja menjadi mahasiswa Psikologi kamu tidak hanya mempelajari teori-teori di dalam kelas saja, melainkan juga di lapangan. Psikologi budaya, psikologi olahraga, psikologi agama dan spiritualitas, hingga psikologi gender merupakan beberapa mata kuliah yang akan kamu pelajari di jenjang pendidikan S1. Lalu bagaimana dengan prospek pekerjaannya? Kamu tidak perlu khawatir karena memilih jurusan paling favorit di UGM bidang soshum satu ini tidak harus bekerja sebagai psikolog saja lho, melainkan juga pekerjaan di bidang lainnya yang tak kalah menjanjikan, diantaranya seperti sebagai HRD Human Resources Development, konselor, guru bimbingan konseling, terapis anak, dan masih banyak lagi. Terhitung pada tahun 2019, jurusan Psikologi UGM memiliki lebih dari 3000 peminat untuk memperebutkan 102 bangku. 8. Manajemen dan Akuntansi Jurusan paling favorit di UGM bidang soshum lainnya adalah jurusan Manajemen dan Akuntansi. Berdasarkan dari data di pada tahun 2019 terhitung bahwa peminat dari jurusan Manajemen mencapai lebih dari 3000 calon mahasiswa untuk memperebutkan 59 bangku sedangkan jurusan Akuntansi yang memiliki peminat lebih dari 2000 calon mahasiswa yang memperebutkan 68 bangku. Sepertinya jurusan satu ini akan memiliki kompetisi yang jauh lebih ketat dibandingkan jurusan paling favorit di UGM bidang soshum lainnya yang sudah kita sebutkan sebelumya. Jurusan manajemen dan Akuntansi di UGM masuk ke dalam program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang mana telah berdiri sejak tahun 1955. Untuk mata kuliahnya itu sendiri, kedua jurusan ini sama-sama mempelajari ilmu ekonomi. Hanya saja yang membedakan adalah, Akuntansi lebih banyak mempelajari hitung-hitungan sementara manajemen lebih banyak mempelajari ilmu dasar dan teori. Meski mempelajari ilmu yang berbeda, Akuntansi dan Manajemen memiliki prospek pekerjaan yang cukup menjanjikan lho. Bahkan hampir di seluruh perusahaan, baik itu negeri maupun swasta, lulusan Akuntansi dan Manajemen sangat dibutuhkan untuk mengisi posisi-posisi yang tidak bisa dilakukan oleh para lulusan dari jurusan lain. Untuk jurusan Akuntansi, prospek pekerjaan yang menanti diantaranya seperti Akuntan Publik, Auditor, Analis Keuangan, Konsultan Pajak, Perencana Keuangan, Akuntan Pemerintah, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk jurusan Manajemen, prospek pekerjaan yang menanti diantaranya seperti Konsultan Bisnis, Konsultan Perbankan, Manajer Pemasaran, Manajer SDM, dan lain-lain. 9. Ilmu Hubungan Internasional Menawarkan prospek pekerjaan yang sangat menjanjikan dan elegan membuat Ilmu Hubungan Internasional menjadi salah satu jurusan paling favorit di UGM bidang soshum. Berdiri pada tahun 1957, dapat dikatakan jurusan HI UGM merupakan pertama yang ada di Indonesia. Namun pada tahun 2011, UGM mulai membagi program studi Hubungan internasional menjadi dua bagian, yaitu kelas reguler dan internasional yang mana terbagi lagi menjadi tiga konsentrasi atau peminatan, yaitu Global Politics and Security, Peace and Conflict Studies, dan International Political Economy and Development. Bagi kamu yang ingin meniti karir di ranah internasional sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa asing, memilih jurusan HI bisa dijadikan sebagai pilihan yang tepat. Hanya saja, jika kamu mau masuk ke Ilmu Hubungan Internasional UGM, maka bersiap-siaplah untuk berkompetisi secara ketat. Karena pasalnya di tahun 2019 ini, terhitung ada lebih dari 2000 calon mahasiswa yang memperebutkan 36 bangku saja. Tetapi, tentu saja perjuanganmu di awal akan segera terbayarkan, karena ketika lulus nanti, akan ada banyak sekali profesi-profesi keren dengan gaji fantastis yang sudah menanti. Nah, diantaranya seperti menjadi Diplomat, Staf Kedutaan Asing, Konsultan Imigrasi, Konsultan Pendidikan Luar Negeri, hingga Politikus yang bisa kamu jadikan sebagai pilihan. 10. Ilmu Komunikasi Jurusan paling favorit di UGM bidang soshum yang masuk ke dalam daftar terakhir adalah Ilmu Komunikasi. Dengan prospek kerja yang begitu luas dan menjanjikan, tak heran apabila banyak sekali calon mahasiswa yang memilih jurusan ini, bukan hanya di UGM melainkan juga di Perguruan Tinggi lainnya. Sama halnya dengan Ilmu Hubungan Internasional, para calon mahasiswa yang ingin masuk ke dalam jurusan Ilmu Komunikasi juga harus bersiap-siap untuk berkompetisi secara ketat. Karena terhitung di tahun 2019 ini, terdapat lebih dari 2000 pendaftar yang memperebutkan 34 bangku. Jika kamu tertarik untuk meniti karir di bidang media, maka belajar Ilmu Komunikasi layak dijadikan pilihan. Banyak orang yang menganggap bahwa jurusan Ilmu Komunikasi hanya mempelajari etika berkomunikasi saja. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya benar lho. Baca Juga 10 Jurusan Paling Favorit di Universitas Udayana Bidang Saintek dan Soshum Banyak sekali ilmu-ilmu yang akan kamu pelajari disini, mulai dari teori hingga praktik terjun lapangan, seperti broadcasting, periklanan, sinematografi, hingga penulisan naskah. Tidak hanya itu, prospek pekerjaannya pun sangat menjanjikan, bahkan untuk masa yang akan datang. Jurusan Ilmu Komunikasi UGM terbagi menjadi empat konsentrasi atau peminatan, yaitu jurnalisme, media hiburan, humas, dan periklanan, yang pada nantinya dapat dipilih oleh para mahasiswa sesuai apa yang mereka sukai. Sedangkan untuk prospek pekerjaannya itu sendiri, menjadi wartawan, presenter, editor, public relation PR, periklanan, hingga sutradara merupakan beberapa profesi yang siap menantimu ketika lulus nanti. Keren banget kan! Dapatkan berbagai informasi menarik lainnya, hanya di dimana kamu juga bisa menemukan berbagai rekomendasi produk keuangan sesuai kebutuhan. Lebih seperti ini Tentang kami Kyla Damasha Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Banyak aspek yang patut diperbincangkan dari ranah hubungan internasional, segala aspek yang menyeluruh tentang interaksi antar pimpinan Negara ke iteraksi ekonomi antar Negara menjadi salah satu sisi yang menarik dan jadi obrolan di berbagai sudut jalan, angkringan dan warung kopi. Tentunya ini definisi untuk pembahasan dunia internasional yang lebih luas dibanding sekedar bangku kuliah mahasiswa HI, gedung diplomat kementerian luar negeri ataupun lembaga penelitian tentang sebuah memori saat penulis sedang menunggu antrian obat di salah satu apotik kimia farma, karna meracik obat memerlukan waktu kurang lebih selama satu jam, maka penulis memutuskan untuk menunggunya di luar gedung, dimana penulis duduk di samping seorang tukang ojek yang menunggu panggilan jemput dari aplikasi. Sepintas saya tahu, kalau abang ojek in sudah menjadi pengemudi ojek online full time sejak keluar dari pekerjaan lamanya di tahun 2017, yaitu pegawai lama berbincang, disana ia menerima panggilan dari teman selulernya, karna tak berada jauh darinya saya mendengar ia berbicang "soalnya di berita juga kemarin rusia mau nyerang ukraina, jadinya Eropa Barat keliatannya bakal persiapin senjata buat perang". Penulis lumayan terperangah dengan perbincangan tukang gojek dan temannya ini. Pasalnya, informasi terkait perang dan damai di wilayah eropa jadi perbincangan yang cukup menarik bagi seorang driver ojek online ini, walaupun tidak ada kaitan dengan profesinya. Lebih jauh, beberapa teman dari non-jurusan HI pernah bertanya kepada penulis, "apa bedanya hubungan internasional dan Ilmu Hubungan internasional ?" Penulis sejenak berfikir, karna bagi non-mahasiswa HI perlu mendapat penjelasan dengan bahasa yang sederhana. Karna bagi di saat itu yang penulis ingat hanya perbedaan cara penulisan, dan memang merupakan salah satu penekanan dalam tata cara kepenulisan di artikel-artikel yang dosen saya wajibkan, untuk membedakan HI dan hubungan kesempatan itu penulis menjawab dengan kalimat singkat, "kalau hubungan internasional itu predikat, yang biasanya ngebahas sebuah subjek dalam interaksi antar Negara, pimpinan Negara atau elemen terkait semisal PBB, WHO, Bank Dunia dan masih banyak lagi."Lalu penulis melanjutkan "Nah, kalau Ilmu Hubungan Internasional itu subjek, kalau di kampus ya itu Program Studi S1 yang di dalamnya ngekaji berbagai ilmu yang sekiranya penting buat ngebaca situasi internasional. Jadi 'kalau hubungan internasional' itu interaksi antar Negara, nah kalau 'Ilmu Hubungan Internasional' itu studi tentang interaksi antar Negara". Dalam beberapa kesempatan kemudian, ini juga yang penulis jelaskan kepada teman-teman non-HI terkait perbedaan iniBagi temanku yang non-HI ia cukup dapat memahami, tapi mudah mudahan juga dengan para pembaca kompasiana yang saat ini mencari referensi untuk menjawab pertanyaan teman-temannya terkait HI. Berkuliah di HI cukup menarik, karna punya segudang pembahasan yang tidak monoton. Beberapa memang merupakan analisis yang memerlukan rujukan dari sumber yang kredibel, tapi beberapa lagi adalah observasi harian dari berita yang biasa dikonsumsi oleh kebanyakan orang di layar ponselnya, dan dapat dikaji dengan ragam perspektif yang membahas tentang fenomena Revolusi Timur Tengah, atau yang lebih dikenal dengan dengan 'Arab Spring'. Sebagai orang awam biasanya mendefinisikan dengan bahasa "Gara-gara ada orang yang bakar diri Mohammed Bouazizi karna nuntut korupsi, dan dipublikasiin di social media, makanya rakyat timur tengah serempak ngelakuin revolusi".Namun bagi bagi penulis, yang merupakan Mahasiswa HI, penulis beranggapan bahwa fenomena ini dapat dikaji dalam beberapa perspektif, yakni ekonomi, poitik dan hubungan internasional. 1 2 Lihat Kebijakan Selengkapnya - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi LTMPT mengumumkan hasil jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN 2022. Dari hasil tersebut, ada persaingan antar calon mahasiswa dalam memilih prodi. Tercatat, 20 prodi saintek dan soshum terketat SNMPTN 2022 tersebar di banyak kampus Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi LTMPT, Prof. Mochamad Ashari mengatakan, ada sebanyak siswa yang diterima di SNMPTN 2022. Siswa yang mendaftar inilah yang membuat tingkat keketatan seleksi sangat tinggi. Baca juga Hasil SNMPTN 2022 Siswa Lolos, Paling Banyak di Kampus Ini "Misalnya, di jurusan saintek, Jurusan Keperawatan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa keketatannya 0,99 persen. Artinya, dari 100 orang yang lolos hanya 1 orang saja," ujarnya saat mengumumkan hasil SNMPTN 2022 secara virtual, Selasa 29/3/2022.Lalu, apa saja prodi yang memiliki keketatan tertinggi di SNMPTN 2022? Cek daftarnya di bawah ini. 20 Prodi Saintek paling ketat di SNMPTN 2022 1. Keperawatan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Keketatan 0,99 persen 2. Teknik Informatika, Universitas Padjadjaran Keketatan 1,09 persen 3. Gizi, Universitas Sumatera Utara Keketatan 1,16 persen Baca juga Jurusan S1 Sepi Peminat di SBMPTN UI, UGM, ITB 2021 4. Farmasi, Universitas Diponegoro Jurusan soshum dan saintek paling ketat di SNMPTN 2020 untuk daftar SNMPTN 2021 – Kesempatan untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri idaman melalui jalur SNMPTN tidak bisa didapatkan semua siswa. Bagi kamu yang sudah mendapatkan kesempatan itu, sangat penting memilih jurusan atau program studi tujuan ketika mendaftar untuk memperbesar peluang diterima. Jurusan-Jurusan yang Persaingannya Ketat pada SNMPTNDaftar IsiJurusan-Jurusan yang Persaingannya Ketat pada SNMPTNJurusan Soshum Paling Ketat di SNMPTN 2020Jurusan Saintek Paling Ketat di SNMPTN 2020 Daftar Isi Jurusan-Jurusan yang Persaingannya Ketat pada SNMPTN Jurusan Soshum Paling Ketat di SNMPTN 2020 Jurusan Saintek Paling Ketat di SNMPTN 2020 Suatu Perguruan Tinggi Negeri PTN menawarkan jurusan yang dapat dipilih para pendaftar SNMPTN 2021. Namun, tidak semua jurusan tersebut persaingannya sama. Terdapat jurusan dengan keketatan rendah, sehingga peluang pendaftar bisa diterima di jurusan tersebut lebih besar. Ada pula jurusan yang keketatannya tinggi, sehingga pendaftar yang diterima hanya yang memiliki kemampuan akademik bagus serta nilai rapor dan portfolio tinggi. Melihat persaingan jurusan yang dituju saat akan mendaftar SNMPTN 2021 adalah hal penting yang harus kamu lakukan. Apalagi seleksi SNMPTN tidak dilakukan dengan cara tes langsung. Jika kamu memiliki jurusan impian atau jurusan idaman yang akan dituju saat SNMPTN, cari tahu informasi jurusan tersebut lebih lanjut. Bagaimana cara memilih jurusan yang tepat sebelum mendaftar SNMPTN 2021? Pertanyaan tersebut sering dijukan calon pendaftar. Sebenarnya kamu dapat melakukan analisis nilai rapor dan memaksimalkan portfolio apabila jurusan tujuanmu memberlakukannya. Jika sudah yakin dengan nilai tersebut dan bisa bersaing dengan pendaftar lainnya, periksa tingkat keketatan jurusan. Kali ini Mamikos akan memberikan informasi terkait jurusan soshum dan jurusan saintek yang paling ketat sebagai referensi pendaftaran SNMPTN 2021. Cara Mengetahui Tingkat Keketatan Persaingan SNMPTN Mencari tahu keketatan jurusan yang dituju saat SNMPTN 2021 akan membantumu dalam memilih jurusan tujuan. Caranya pun cukup mudah. Data yang kamu perlukan antara lain Jumlah peminat jurusan Daya tampung jurusan saat SNMPTN 2021 Tingkat keketatan jurusan di setiap kampus atau PTN tidak sama karena jumlah peminat dan daya tampungnya yang berbeda. Sebagai contoh, terdapat Jurusan Farmasi dengan jumlah daya tampung 100 orang. Peminat Jurusan Farmasi tahun 2020 adalah 7500 orang. Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa tingkat keketatan Jurusan Farmasi adalah 100/7500 = Jurusan Soshum Paling Ketat di SNMPTN 2020 Manajemen Universitas Negeri Jakarta Pilihan Jurusan Manajemen di Universitas Negeri Jakarta menempati posisi tertinggi pada jurusan yang ketat persaingannya saat SNMPTN 2021. Tingkat keketatan jurusan tersebut sebesar 0,94%. Manajemen Universitas Padjadjaran Jika kamu ingin meneruskan studi di bidang manajemen, pilihan Jurusan Manajemen juga tersedia di Universitas Padjadjaran. Meskipun tingkat keketatannya tidak sebesar di UNJ dengan besar 1,31%, kamu tetap perlu mencari peluang agar bisa diterima di jurusan ini ketika SNMPTN 2021 nanti. Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta Tingkat keketatan Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Negeri Jakarta sebesar 1,33%. Jurusan ini memang banyak diminati lulusan Sekolah Menengah yang ingin mendalami bidang komunikasi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sriwijaya Apabila kamu bercita-cita menjadi seorang guru Sekolah Dasar, cobalah mendaftar Jurusan PGSD di Universitas Sriwijaya. Tingkat keketatan jurusan ini sebesar 1,34%. Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Jurusan Ilmu Komunikasi memang banyak dicari. Tidak mengherankan jika di Universitas Padjadjaran pun jurusan ini tergolong favorit dan tingkat keketatan persaingannya mencapai 1,42%. Hubungan Internasional Universitas Indonesia Impian menjadi seorang diplomat dan duta besar bisa kamu dapatkan dengan masuk Jurusan Hubungan Internasional. Di Universitas Indonesia, jurusan ini memiliki tingkat keketatan persaingan sebesar 1,63%. Akuntansi Universitas Negeri Jakarta Meneruskan studi di bidang akuntansi di salah satu kampus ibukota sangat mungkin dilakukan melalui jalur SNMPTN 2021. Kamu bisa memilih Jurusan Akuntansi di Universitas Negeri Jakarta yang memiliki tingkat keketatan persaingan sebesar 1,63%. Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta Jurusan Psikologi di Universitas Negeri Yogyakarta memiliki tingkat keketatan persaingan sebesar 1,68%. Meskipun tingkat keketatan persaingan jurusan ini tidak setinggi jurusan di atas, peminat Jurusan Psikologi di UNY yang cukup besar perlu kamu jadikan pertimbangan. Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Jurusan Hubungan Internasional bisa kamu tempuh di kampus UGM. Tingkat keketatan jurusan ini sebesar 1,72%. Bisnis Digital Universitas Padjadjaran Bagi kamu yang tertarik di dunia digital dan ingin mendalami Jurusan Bisnis Digital, kesempatan tersebut bisa kamu peroleh dengan mendaftar SNMPTN 2021 di kampus UNPAD. Tingkat keketatan untuk masuk Jurusan Bisnis Digital pada SNMPTN tahun 2020 sebesar 1,91%. Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Universitas Indonesia menawarkan peluang bagi calon mahasiswanya untuk bisa mendalami bidang komunikasi di jurusan tersebut. Terkait tingkat keketatannya, Jurusan Ilmu Komunikasi di UI memiliki tingkat keketatan sebesar 2%. Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada Seperti Universitas Indonesia yang menawarkan Jurusan Ilmu Komunikasi, UGM juga memiliki jurusan ini. Namun, tingkat keketatan persaingan untuk masuk Jurusan Ilmu Komunikasi di UGM sebesar 2,03%, sehingga sedikit lebih rendah daripada di UI. Manajemen Universitas Pendidikan Indonesia Kesempatan untuk mendalami Jurusan Manajemen bisa kamu peroleh di Universitas Pendidikan Indonesia. Tingkat keketatan persaingan untuk bisa diterima di jurusan tersebut melalui jalur SNMPTN tahun 2020 sebesar 2,07%. Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia juga menawarkan peluang mendalami ilmu komunikasi di jurusan tersebut. Tingkat keketatan persaingan untuk bisa diterima di Jurusan Ilmu Komunikasi UPI sebesar 2,08%. Manajemen Universitas Sebelas Maret Jika ingin meneruskan studi di Jurusan Manajemen UNS, kamu perlu mengetahui bahwa tingkat keketatan persaingan masuk melalui jalur SNMPTN 2020 di jurusan tersebut sebesar Jurusan Saintek Paling Ketat di SNMPTN 2020 Teknik Informatika Universitas Padjadjaran Ingin meneruskan studi di Jurusan Teknik Informatika di Bandung? Jurusan tersebut memiliki keketatan 1,20%. Menjadi jurusan terketat di peringkat pertama saat SNMPTN 2020, peminatnya pasti sangat banyak. Untuk memperbesar peluang diterima, analisis nilai rapormu dan dan berkonsultasilah pada guru BK atau pihak yang bisa membantu merekomendasikan pilihan jurusan. Farmasi Universitas Diponegoro Meskipun ada banyak PTN yang menawarkan Jurusan Farmasi di Indonesia, Jurusan Farmasi di UNDIP menempati peringkat kedua sebagai jurusan saintek dengan keketatan tertinggi saat SNMPTN 2020. Tingkat keketatan Jurusan Farmasi di UNDIP adalah 1,26%. Farmasi Universitas Sebelas Maret Bagi kamu yang ingin masuk Jurusan Farmasi di Surakarta, kampus UNS bisa menjadi pilihan. Tingkat keketatan Jurusan Farmasi pada SNMPTN 2020 adalah 1,38%. Farmasi Universitas Syiah Kuala Tingkat keketatan persaingan Jurusan Farmasi di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh adalah 1,61%. Kamu yang tinggal di Pulau Sumatera dan di Banda Aceh bisa menjadikan jurusan ini sebagai pilihan tanpa perlu merantau. Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro Kampus Universitas Diponegoro memiliki Jurusan Kedokteran Gigi dengan tingkat keketatan persaingan 1,73%. Teknik Informatika Universitas Hasanuddin Suka dengan Jurusan Teknologi Informasi dan ingin meneruskan studi di Makassar? Universitas Hasanuddin bisa menjadi pilihan. Jurusan tersebut memiliki tingkat keketatan persaingan SNMPTN 2020 sebenar 1,80%. Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Kesempatan meneruskan studi di Jurusan Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga terbuka lebar. Kampus yang berlokasi di Yogyakarta ini memiliki tingkat keketatan jurusan tinggi sebesar 1,85% pada SNMPTN 2020. Farmasi Universitas Padjadjaran Jurusan Farmasi menjadi salah satu jurusan favorit di UNPAD. Tidak mengherankan jika saat SNMPTN 2020, tingkat keketatan jurusan ini mencapai 1,88%. Teknik Informatika Universitas Negeri Malang Kamu bisa memilih Jurusan Teknik Informatika di Universitas Negeri Malang apabila ingin meneruskan studi di wilayah Jawa Timur. Pada SNMPTN 2020, tingkat keketatan jurusan ini sebesar 1,88%. Farmasi Universitas Jenderal Soedirman Tingkat keketatan persaingan SNMPTN 2020 Jurusan Farmasi di Universitas Jenderal Soedirman adalah 1,89%. Meskipun tidak setinggi Jurusan Farmasi di kampus lainnya, persaingan untuk masuk jurusan ini tetap tidak mudah. Sistem dan Teknologi Informasi Universitas Negeri Jakarta Alasanmu meneruskan studi di Jakarta bisa diperkuat dengan memilih Jurusan Sistem dan Teknologi Informasi di Universitas Negeri Jakarta. Tingkat keketatan persaingan pada jurusan tersebut sebesar 1,90%. Ilmu Aktuaria Universitas Gadjah Mada Jika ingin meneruskan studi di kampus favorit di kota pelajar, persiapkan diri sebaik mungkin sebelum mendaftar Jurusan Ilmu Aktuaria. Tingkat keketatan persaingan SNMPTN 2020 Jurusan Ilmu Aktuaria di UGM sebesar 1,93%. Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Yogyakarta Tertarik menjadi seorang pendidik di bidang Teknik Informatika? Cobalah mendaftar Jurusan Pendidikan Teknik Informatika di kampus UNY. Tingkat keketatan jurusan tersebut saat SNMPTN 2020 sebesar 1,96%. Gizi UPN “Veteran” Jakarta Tertarik mendalami ilmu tentang gizi? Jurusan Gizi di UPN “Veteran” Jakarta bisa menjadi pilihanmu ketika SNMPTN 2021 nanti. Tingkat keketatan persaingan jurusan tersebut sebesar 2,03%. Farmasi Universitas Lampung Jurusan Farmasi di Universitas Lampung memiliki banyak peminat seperti Jurusan Farmasi di kampus lainnya. Tingkat keketatan Jurusan Farmasi di kampus tersebut sebesar 2,14%. Setelah membaca informasi jurusan soshum dan saintek paling ketat di SNMPTN 2020 untuk daftar SNMPTN 2021, apakah kamu sudah menentukan pilihan? Referensi di atas tidak bersifat mutlak dan bisa mengalami perubahan. Mungkin saja jurusan yang ketat tahun 2020 menjadi tidak ketat di tahun 2021 atau sebaliknya. Lakukan pemilihan jurusan tujuan SNMPTN 2021 sesuai passion, sehingga ketika diterima kuliah nanti kamu bisa menjalaninya tanpa merasa tertekan. Semoga berhasil! Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Ilustrasi perbedaan saintek dan soshum. Foto UnsplashDalam menentukan jurusan kuliah, calon mahasiswa akan dihadapkan pada dua pilihan peminatan, yakni saintek dan soshum. Pilihan tersebut menentukan apa saja yang akan dipelajari mahasiswa selama menuntut ilmu di bangku saintek maupun soshum memiliki materi pelajaran dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Itu sebabnya, calon mahasiswa hendaknya memikirkan matang-matang mana rumpun yang nantinya memudahkan Anda dalam menentukannya, simak penjelasan tentang perbedaan saintek dan soshum beserta jurusan-jurusan yang termasuk di dalamnya berikut Saintek dan SoshumIlustrasi kuliah. Foto UnsplashSaintekSaintek merupakan singkatan dari sains dan teknologi. Sesuai namanya, peminatan studi ini dipenuhi oleh mahasiswa yang mengambil jurusan IPA saat orang menilai bahwa saintek lebih sulit ketimbang soshum. Itu karena materi yang dipelajari dalam rumpun ini berkaitan dengan logika dan jenjang SMA, lingkup pendidikan saintek berkutat pada pembelajaran soal matematika sains, fisika, kimia, dan biologi. Begitu masuk ke dunia perkuliahan, setiap bidang ilmu tersebut akan dipelajari lebih dalam lagi, materi yang dibahas pun lebih kuliah yang termasuk dalam rumpun saintek sendiri umumnya berkaitan dengan bidang MIPA Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, kesehatan, teknik, ilmu komputer dan teknologi, serta desain dan arsitektur. Berikut beberapa contoh jurusan kuliahnyaMengutip buku Kuliah Jurusan Apa? Kedokteran tulisan Wulan Mulya Pratiwi dan Welly Elvandari, kedokteran sejatinya merupakan cabang ilmu kesehatan yang mempelajari cara menyembuhkan manusia dengan memberikan pengobatan sesuai penyakit yang ini meliputi seluruh pengetahuan tentang anatomi dan fungsi tubuh manusia. Tak hanya itu, ilmu kedokteran juga membahas dengan detail setiap organ-organ yang ada pada tubuh manusia lengkap dengan mekanisme, sel dan jaringan, perdarahan hingga sipil merupakan bidang keilmuan yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, dan memelihara gedung, infrastruktur, serta lingkungan yang akan berdampak bagi kehidupan keilmuan ini menggabungkan pengetahuan tentang komputer dengan ekonomi dan administrasi bisnis. Lewat jurusan ini, mahasiswa akan mempelajari proses bisnis perusahaan berdasarkan data perusahaan. Mereka juga akan belajar merancang sistem untuk memenuhi kebutuhan arsitektur mempelajari tentang desain dan rancangan konstruksi bangunan. Berbeda dengan teknik sipil, jurusan ini lebih fokus pada ide, konsep, dan keempat jurusan di atas, jurusan lain yang termasuk dalam rumpun saintek antara lainIlustrasi mahasiswa. Foto PixabaySoshumSoshum adalah singkatan dari sosial humaniora. Siswa lulusan IPS yang ingin memperdalam bidang keilmuan serupa dapat memilih rumpun ini saat mendaftar umum, soshum merupakan bidang keilmuan yang membahas tentang manusia dan kehidupan sosial masyarakat. Lingkup pembelajarannya sangat luas, mulai dari bahasa, ekonomi, geografi, hingga jurusan yang masuk ke dalam kelompok studi soshum antara lainIlmu ekonomi termasuk salah satu jurusan soshum yang paling banyak diminati. Secara garis besar, jurusan ini mempelajari tentang perilaku masyarakat dalam mengambil, mengelola, dan mengalokasikan sumber daya yang terbatas demi mencapai jurusan ini, mahasiswa akan mempelajari berbagai hal mengenai ilmu berkomunikasi, media massa, hingga relasi publik. Lulusan jurusan ini memiliki prospek kerja yang beragam, mulai dari jurnalis, penyiar, sampai public buku 99,9% Sukses SBMPTN SOSHUM oleh Tim Tentor Master, jurusan psikologi membahas berbagai aspek seputar perilaku manusia. Melalui ilmu psikologi, mahasiswa diajak mengenal lebih jauh watak, karakter, hingga kebiasaan seorang jurusan yang termasuk rumpun soshum lainnya adalahSaintek untuk jurusan apa saja?Soshum itu apa saja?Psikologi saintek atau soshum?

hubungan internasional termasuk soshum atau saintek